adsesnse

Wednesday, November 8, 2017

BELAJAR MENJAUHI RIYA


Bismillah, alhamdulillah, washolatu was salaamu 'ala Rosulillah saw. Nawaitu tholabal 'ilmi (niatingsun ngaji) karena Allah. Kita tidak perlu risau apalagi pusing akan penilaian orang lain terhadap diri kita. Kita tidak perlu menjadi orang yang terpaksa harus berpura-pura hanya agar orang tidak menilai kita "buruk" , atau agar kita dinilai "baik" oleh manusia.
Karena sesungguhnya:
(1) Penilaian manusia itu batal di sisi Allah.
(2) Penilaian manusia itu biasanya tidak obyektif, dan hanya didasarkan pada "cocok" apa "tidak cocok", "seneng" apa "tidak seneng". Kalau cocok, seneng, semua dianggap baik (walaupun sebenarnya itu buruk) dan begitu pula sebaliknya.
(3) Kepura-puraan seperti itu, kalau sudah menyangkut masalah ibadah, dalam bahasa agama, disebut "riak". Yaitu "berbuat" atau "tidak berbuat" tidak karena Allah, tidak untuk Allah, tetapi hanya karena manusia, hanya untuk manusia.

Riya' termasuk dosa yang sangat besar, sebab termasuk jenis "syirik" yang tidak kentara, sehingga banyak orang yang melupakannya. atau tidak menyadari ketika melakukannya. Na;udzunillahi min dzaalik. 

 wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment

Santri Hanif (0812-6825-3269)

Name

Email *

Message *