adsesnse

Friday, November 10, 2017

TENTANG "NGAJI" (1)



Bismillahirohmanirrohim

Tetangganya teman saya (yang menurut orang-orang) dia itu adalah orang pintar / dukun, setiap hari rumahnya selalu ramai dan tak pernah sepi dari tamu, pasien, dan orang-orang yang berkonsultasi. Sementara saya sendiri yang (menurut setidaknya santri-santri saya) adalah seorang kyai, rumah saya selalu sepi dari tamu, dari orang-orang yang konsultasi. Hehe……
Padahal menurut saya, banyaknya tamu dan ramainya rumah-rumah para dukun itu merupakan indikasi lemahnya iman dan rendahnya pengetahuan agama masyarakat. Sungguh memprihatinkan. Dan semua itu akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya “ngaji” yang untuk mempelajari dan mengetahui ajaran-ajaran agama islam itu apa dan bagaimana, sehingga pengetahuan agama masyarakat sangat rendah dan sangat kurang.
Selama ini masyarakat menganggap bahwa yang namanya “ngaji” itu hanya identik dengan “membaca al Quran”. Padahal ngaji yang sesungguhnya adalah “tholabul ‘ilmi” (golek ngerti / mencari tahu) hususnys mencari tahu ajaran-ajaran agama Islam itu apa saja dan bagaimana. Inilah “ngaji” yang sebenarnya, ngaji yang sesungguhnya, ngaji yang semestinya, ngaji yang seharusnya, ngaji yang hukumnya “sangat fardhu” bagi setiap muslim.
NGAJI YANG MENJADIKAN UMAT ISLAM MENJADI TAHU AJARAN-AJARAN ISLAM ITU APA SAJA. SEHIGGA UMAT ISLAM BISA MENJALANKAN AJARAN-AJARAN AGAMANYA.

No comments:

Post a Comment

Santri Hanif (0812-6825-3269)

Name

Email *

Message *